Di sebuah kota kecil, ketakutan akan pembunuhan berantai yang masih berkeliaran mengguncang setiap sudut kehidupan. Penyelidikan pun dilakukan dengan teliti, namun rasa curiga merajalela di antara warga. Elang, seorang pemuda yang pendiam dan tertutup, sering dihantui oleh gambaran pembunuhan yang aneh: sosok pelaku bertopeng Kelinci yang seolah menjadi kunci dari semua kejadian. Ia merasakan bahwa sosok itu menyimpan arti penting yang belum terungkap, dan kota ini tampak bisa luluh jika kebenaran di baliknya terkuak.
Di lantai apartemen tempat mereka tinggal, Djenar — tetangga Elang selama ini — tampak tertekan oleh masalah rumah tangganya dengan sang suami. Ketakutan menggantikan harapan, dan ia hidup dalam bayang-bayang ancaman yang menurutnya terhubung dengan rangkaian pembunuhan yang telah terjadi sebelumnya. Ketika berbagai kejadian aneh mulai menyentuh kehidupan mereka, Djenar merasa semua jalan mengarah pada bahaya yang tidak bisa dihindari, meski ia mencoba tetap tenang untuk menjaga anaknya.
Kejadian-kejadian itu pun muncul secara teratur, mengaitkan satu per satu orang di sekitar Elang dengan misteri yang tengah menyelimuti kota. Di antara kejutan yang datang tanpa diundang, ada kehadiran seorang Oma gila yang muncul tiba-tiba dan memberikan peringatan keras tentang ancaman yang mungkin merenggut nyawa Elang. Nada misteri seolah menegaskan bahwa tidak ada yang kebetulan; setiap peristiwa saling berhubungan dalam alur yang lebih besar dari yang dipikirkan siapa pun.
Di tengah kekalutan itu, muncul Jingga, seorang perempuan muda yang bekerja sebagai pelacur dan berhasil menarik perhatian Elang. Masa lalunya yang kelam membawanya ke dalam pusaran kehidupan yang jauh lebih rumit, di mana dendam lama menimbulkan tekanan baru. Dalam dinamika hubungan mereka, Elang mulai melihat bahwa menyelamatkan orang-orang yang ia anggap dalam bahaya tidak hanya soal mengungkap pelaku, tetapi juga memahami bagaimana masa lalu bisa menjerat masa kini. Atmosfer tegang semakin pekat saat ia berusaha memilah antara kebenaran dan manipulasi yang mungkin menjerumuskannya ke dalam perangkap yang sengaja dibuat.
Kisah ini bergerak menuju sebuah ketegangan yang makin dalam: kejadian-kejadian berupaya membuktikan bahwa Elang tidak hanya sedang mengejar sosok pelaku, tetapi juga berusaha menjaga dirinya sendiri dari konspirasi yang dirancang untuk menjatuhkannya. Rasa percaya dan kecurigaan saling bertentangan, dan setiap langkah Elang terasa seperti permainan dengan nyawa. Pada akhirnya, pertanyaan besar tetap ada: siapakah pembunuh sebenarnya, dan bagaimana sosok bertopeng Kelinci terlibat dalam semua ini? Diperlukan bukti, akal sehat, serta keberanian untuk menghadapi kenyataan yang bisa meruntuhkan semua yang ia bangun selama ini.
Film ini adalah karya produksi Falcon Pictures yang tayang pada 28 Februari 2013. Sebuah Thriller yang membawa penonton ke dalam simulasi ketakutan, paranoia, dan intrik manusia di balik kasus pembunuhan. Cerita ini menampilkan performa kuat dari para pemain utama seperti Elang, Djenar, Jingga, serta hadirnya Oma gila yang menambah warna aneh dan tak terduga pada narasi. Bersama mereka, penonton dibawa menyelami suasana kota yang tampak tenang di permukaan namun rapuh di bawahnya, di mana rasa takut dan kecurigaan saling berbaur dengan keingintahuan tentang kebenaran di balik topeng Kelinci yang telah lama menjadi simbol misteri. Cerita ini menegaskan bahwa kekuatan kebenaran bisa muncul dari hubungan manusia yang paling kompleks, sekaligus menyoroti bagaimana seseorang bisa terjebak dalam permainan orang lain tanpa sepengetahuannya.